Kembali ke Blog

Tutorial n8n #6: Menggabungkan Dua Alur Data dengan Merge Node

Pelajari cara memakai Merge node di n8n untuk menggabungkan dua cabang data sederhana tanpa credential eksternal. Tutorial ini memakai Manual Trigger, Edit Fields, Merge, dan perapian output.

•
Frendi Triarista
Tutorial n8n #6: Menggabungkan Dua Alur Data dengan Merge Node

Tutorial n8n #6: Menggabungkan Dua Alur Data dengan Merge Node

Di tutorial sebelumnya, kita sudah membahas trigger, mapping, IF, HTTP Request, dan Webhook. Sekarang kita masuk ke konsep yang sering muncul ketika workflow mulai bercabang: menggabungkan kembali dua alur data.

Di n8n, kebutuhan ini bisa ditangani dengan Merge node. Saya melihat Merge sebagai dasar penting sebelum kita membuat otomasi yang lebih serius, karena banyak keputusan bisnis tidak dibuat dari satu sumber data saja. Kadang kita perlu menyatukan informasi dari proses berbeda, lalu baru merapikan, memfilter, atau mengambil keputusan.

Pada tutorial ini, kita tidak akan memakai database, API key, atau credential eksternal. Fokusnya adalah memahami bentuk data, input 1, input 2, dan perilaku dasar Merge node.

Target Workflow

Workflow yang akan kita buat:

Manual Trigger
├─ Edit Fields: Lead dari Website
│  └─ Merge
├─ Edit Fields: Lead dari Referral
│  └─ Merge
└─ Edit Fields: Rapikan Output

Versi ringkasnya:

Manual Trigger -> dua cabang data sederhana -> Merge -> Edit Fields

Kenapa Perlu Menggabungkan Dua Cabang Data?

Dalam workflow nyata, satu proses bisa menghasilkan data dari beberapa jalur. Contohnya:

  • Lead dari form website.
  • Lead dari referral internal.
  • Data order dari webhook.
  • Data pelanggan dari proses validasi lain.

Sebelum data itu dipakai untuk langkah berikutnya, misalnya dikirim ke CRM, dibuat notifikasi, atau dipakai untuk keputusan bisnis, kita sering perlu menyatukannya dulu.

Di sinilah Merge node berguna. Node ini membantu kita menggabungkan data dari lebih dari satu input setelah data dari alur yang terhubung tersedia.

Prasyarat

Sebelum mengikuti tutorial ini, pastikan Anda sudah memahami:

  1. Cara menambahkan node di n8n.
  2. Cara menghubungkan node.
  3. Cara melihat output data dari setiap node.
  4. Dasar mapping field dari tutorial sebelumnya.

Tidak perlu API key dan tidak perlu credential eksternal.

Langkah 1: Buat Workflow Baru dengan Manual Trigger

  1. Buat workflow baru di n8n.
  2. Tambahkan node Manual Trigger.
  3. Node ini akan kita gunakan untuk menjalankan workflow secara manual saat testing.

Manual Trigger cocok untuk latihan seperti ini karena kita bisa menguji bentuk data tanpa menunggu event dari sistem luar.

Langkah 2: Buat Cabang Pertama dengan Edit Fields

Tambahkan node Edit Fields setelah Manual Trigger.

Jika di versi n8n Anda masih melihat nama Set, konsepnya sama: node ini dipakai untuk membuat atau mengubah field data.

Beri nama node:

Lead dari Website

Isi field berikut:

Field Value
lead_name Ayu Pratama
lead_source website

Output dari node ini akan menjadi satu item data sederhana:

{
  "lead_name": "Ayu Pratama",
  "lead_source": "website"
}

Langkah 3: Buat Cabang Kedua dengan Edit Fields

Sekarang buat cabang kedua dari Manual Trigger.

Caranya:

  1. Tambahkan node Edit Fields baru.
  2. Hubungkan Manual Trigger ke node ini juga.
  3. Beri nama node:
Lead dari Referral

Isi field berikut:

Field Value
lead_name Bima Santoso
lead_source referral

Output yang diharapkan:

{
  "lead_name": "Bima Santoso",
  "lead_source": "referral"
}

Sampai tahap ini, kita punya dua cabang yang sama-sama menghasilkan struktur data sederhana.

Langkah 4: Tambahkan Merge Node

Tambahkan node Merge.

Hubungkan:

  1. Lead dari Website ke input pertama Merge.
  2. Lead dari Referral ke input kedua Merge.

Secara konsep:

Lead dari Website  -> Input 1 Merge
Lead dari Referral -> Input 2 Merge

Input 1 dan Input 2 penting untuk dipahami karena beberapa mode Merge memperlakukan input secara berbeda. Pada tutorial ini kita memakai mode paling sederhana, tetapi kebiasaan memahami sumber input akan sangat membantu saat nanti menggunakan mode yang lebih kompleks.

Langkah 5: Pilih Mode Merge yang Paling Sederhana

Di node Merge, gunakan mode:

Mode: Append
Number of Inputs: 2

Mode Append adalah mode paling mudah untuk dipahami. Tujuannya adalah menjaga data dari semua input, lalu mengeluarkannya satu demi satu.

Dengan contoh kita, output yang diharapkan adalah dua item:

[
  {
    "lead_name": "Ayu Pratama",
    "lead_source": "website"
  },
  {
    "lead_name": "Bima Santoso",
    "lead_source": "referral"
  }
]

Artinya, Merge tidak menggabungkan dua lead menjadi satu item. Merge dengan mode Append menyatukan aliran item dari input 1 dan input 2 ke satu jalur output.

Ini cocok untuk kasus ketika kita ingin mengumpulkan beberapa sumber data dengan struktur yang sama, lalu memproses semuanya lewat satu jalur berikutnya.

Penting: Struktur Data Harus Konsisten

Dalam contoh ini, kedua cabang punya field yang sama:

  • lead_name
  • lead_source

Struktur yang konsisten membuat output lebih mudah diproses setelah Merge. Jika cabang pertama memakai lead_name, tetapi cabang kedua memakai nama_lead, langkah berikutnya akan lebih sulit karena kita harus menangani dua format berbeda.

Saya biasanya menyarankan untuk menyamakan nama field sedini mungkin. Dengan begitu, node setelah Merge tidak perlu terlalu banyak logika tambahan.

Langkah 6: Tambahkan Edit Fields Setelah Merge

Setelah Merge, tambahkan node Edit Fields untuk merapikan output.

Beri nama:

Rapikan Output

Kita bisa membuat field akhir yang lebih siap dipakai, misalnya:

Field Value
name {{$json.lead_name}}
source {{$json.lead_source}}
status new

Output akhirnya menjadi lebih rapi:

{
  "name": "Ayu Pratama",
  "source": "website",
  "status": "new"
}

Dan item kedua:

{
  "name": "Bima Santoso",
  "source": "referral",
  "status": "new"
}

Langkah ini terlihat sederhana, tetapi penting. Dalam workflow yang lebih besar, node setelah Merge biasanya mengharapkan format data yang stabil.

Langkah 7: Jalankan dan Uji Workflow

Klik Execute Workflow.

Yang perlu dicek:

  1. Manual Trigger berjalan.
  2. Kedua node Edit Fields menghasilkan data.
  3. Merge menerima data dari input 1 dan input 2.
  4. Merge menghasilkan dua item.
  5. Edit Fields terakhir merapikan output menjadi format akhir.

Jika semuanya benar, Anda akan melihat dua item lead dalam satu jalur output.

Apa yang Terjadi Jika Salah Satu Input Belum Menghasilkan Data?

Merge node bekerja dengan menunggu input yang terhubung. Jadi, jika salah satu cabang belum berjalan atau belum menghasilkan data, Merge belum punya konteks lengkap untuk melanjutkan secara normal.

Untuk latihan ini, pastikan kedua cabang dari Manual Trigger sama-sama menghasilkan minimal satu item. Ini membuat hasilnya lebih mudah diprediksi.

Pada mode Append, ekspektasi paling aman adalah:

  • Input 1 menghasilkan item.
  • Input 2 menghasilkan item.
  • Merge mengeluarkan item dari kedua input secara berurutan.

Jika salah satu cabang tidak mengirim data, periksa kembali koneksi node, konfigurasi Edit Fields, dan hasil eksekusi di panel output setiap node.

Kesalahan Umum Saat Memakai Merge Node

Beberapa hal yang sering membuat bingung:

  1. Mengira Append akan menggabungkan dua item menjadi satu objek

    Append menyatukan aliran data, bukan menyatukan field dari dua item menjadi satu item.

  2. Field antar cabang tidak konsisten

    Misalnya satu cabang memakai lead_name, cabang lain memakai name. Ini akan menyulitkan proses setelah Merge.

  3. Tidak memperhatikan input 1 dan input 2

    Untuk mode sederhana seperti Append, dampaknya belum terlalu terasa. Namun untuk mode lain, posisi input bisa memengaruhi cara data diperkaya atau dicocokkan.

  4. Langsung memakai kasus kompleks

    Sebaiknya pahami dulu pola sederhana seperti tutorial ini sebelum menggabungkan data dari banyak sistem.

Kapan Menggunakan Merge Node?

Gunakan Merge node saat Anda perlu:

  • Menyatukan data dari dua cabang workflow.
  • Mengumpulkan item dari beberapa proses sebelum lanjut ke satu jalur.
  • Menyiapkan data dari sumber berbeda sebelum transformasi lanjutan.
  • Membuat workflow lebih rapi setelah percabangan.

Untuk tutorial ini, kita memakai mode Append karena paling mudah dipahami. Setelah konsep ini jelas, barulah mode lain seperti pencocokan field atau pengayaan data akan lebih masuk akal.

Ringkasan

Di tutorial ini, kita membuat workflow sederhana:

Manual Trigger -> dua cabang Edit Fields -> Merge Append -> Edit Fields

Poin pentingnya:

  1. Merge node dipakai untuk menggabungkan data dari beberapa alur.
  2. Mode Append menjaga item dari semua input dan mengeluarkannya dalam satu jalur.
  3. Input 1 dan input 2 perlu dipahami sejak awal.
  4. Struktur data yang konsisten membuat workflow lebih mudah dirawat.
  5. Edit Fields setelah Merge membantu menyiapkan output yang lebih rapi.

Bagi saya, memahami Merge adalah langkah penting sebelum workflow mulai terhubung ke banyak sistem. Kalau bentuk data dan urutan eksekusi belum jelas, workflow yang lebih besar akan cepat sulit dibaca.

Preview Tutorial #7

Di tutorial berikutnya, kita akan mulai membahas transformasi data menggunakan Code node. Fokusnya adalah bagaimana menulis logika sederhana untuk mengubah data ketika node bawaan belum cukup fleksibel.

Referensi

  1. Merge, n8n Docs. Penerbit: n8n. URL: https://docs.n8n.io/integrations/builtin/core-nodes/n8n-nodes-base.merge/. Tanggal publish sumber: tidak terverifikasi.
  2. Overview: Work with data, n8n Docs. Penerbit: n8n. URL: https://docs.n8n.io/data/. Tanggal publish sumber: tidak terverifikasi.